Studi Klinis Peningkatan Protein menyebabkan berkurangnya Faktor Resiko Sindrom Metabolisme
Los Angeles, 6 October 2008 – Obesitas seringkali berjalan seiring dan terkait dengan Sindrom Metabolisme – sekelompok dengan lima faktor yang terdiri dari tekanan darah tinggi, lingkar pinggang yang besar, gula darah ,trigliserida yang meningkat dan berkurangnya kadar kolesterol HDL.
Menurunkan berat badan merupakan salah satu langkah pertama untuk melindungi atau mengobati sindrom ini, dan para peneliti dari Universitas Ulm,Jerman, menemukan bahwa peningkatan asupan protein pada pola makan akan mengurangi faktor-faktor resiko sindrom metabolism saat dibandingkan asupan protein dengan tingkat standar.Penelitian ini yang dipresentasikan pada akhir pekan ini di pertemuan tahunan Masyarakat Obesitas di Phoenix ,melibatkan 110 subjek kelebihan berat badan dengan sindrom metabolism yang secara acak dibagi ke dalam dua kelompok dan dijalankan selama satu tahun.Selama tiga bulan pertama fase penurunan berat badan,mereka yang tergabung dalam kelompok protein tinggi diinstruksikan untuk mengikuti menu diet dengan kandungan protein dua kali diet normal ; mereka juga mengganti dua kali makan sehari dengan Herbalife Formula Eropa 1,Shake pengganti makanan.Kelompok lainnya diinstruksikan untuk mengkonsumsi protein dalam jumlah standar/normal dengan pola makan biasa ,tidak mengkonsumsi Shake sebagai pengganti makanan.Selama 9 bulan berikutnya – fase pengelolaan /menjaga berat badan – semua peserta mengkonsumsi satu Shake pengganti makanan setiap hari sebagai bagian dari pola makan dan menu diet mereka, dan kedua kelompok menjaga tingkat asupan protein sesuai dengan pola makan yang mereka anut selama tiga bulan sebelumnya.Semua peserta mengalami penurunan berat badan setelah satu tahun, tetapi mereka yang tergabung dalam kelompok tinggi protein mengalami penurunan lebih banyak ( hampir 12,5 kilogram, sementara kelompok asupan protein standar hanya sekitar 7 kilogram ) dengan penurunan lemak tubuh yang juga lebih tinggi disamping mempertahankan massa tubuh tanpa lemak. Yang lebih signifikan adalah penemuan diakhir penelitian bahwa 64% dari mereka yang tergabung dalam kelompok protein tinggi tak lagi masuk ke dalam criteria penderita sindrom metabolism, bandingkan dengan hanya 41% dari kelompok dengan jumlah asupan protein standar."Kami tahu bahwa penurunan atau menurunkan berat badan akan memperkecil faktor resiko sindrom metabolism," kata Marion Flechtner-Mors,Ph.D.,salah satu pelaku penelitian ini dan ketua Kelompok Riset Obesitas di Universitas Ulm ,Jerman,"tetapi kami menemukan bahwa lebih banyak obyek/partisipan penelitian memperlihatkan peningkatan ketahanan terhadap faktor resiko ini saat asupan protein dalam pola makan mereka ditingkatkan."
Hampir 47 juta warga Amerika menderita sindrom metabolism, dan jumlahnya terus tumbuh – pararel dengan meningkatnya kasus Obesitas.Flechtner – Moss menambahkan ,"Intervensi intervensi efektif seperti pengkonsumsian makanan pengganti tinggi protein untuk menurunkan berat badan dapat memperkecil faktor resiko yang berkaitan dengan sindrom metabolism dan mempengaruhi kehidupan jutaan orang.
Flechtner – Mors merupakan anggota Dewan Penasehat Nutrisi Herbalife (NAB)
NAB terdiri dari ahli-ahli terkemuka di bidang nutrisi dan kesehatan dari seluruh dunia yang mengajar dan melatih distributor-distributor independen Herbalife mengenai prinsip prinsip nutrisi,aktifitas fisik dan gaya hidup sehat.
NAB diketuai oleh David Heber,M.D.,Ph.D.,Direktur Pusat Nutrisi Manusia di Universitas California,Los Angeles ( UCLA ).














