Langsing dengan diet sehat

Banyak cara dilakukan orang untuk langsing, salah satunya dengan cara diet. Diet ternyata beragam jenisnya, seperti diet garam (tidak mengonsumsi garam), diet gula (tidak mengonsumsi gula), diet golongan darah (menentukan jenis makanan berdasarkan golongan darah), dan diet Tiger (jenis diet yang hanya mengonsumsi daging).

"Diet harus dilakukan dengan cara benar, aman, dan sehat. Ada orang berpuasa dan melalui diuretik biar langsing. Padahal diuretik itu bahaya jika tidak dalam pengawasan dokter. Sedangkan puasa, pada awalnya memang bisa menurunkan berat badan. Tapi, setelah itu biasanya
stuck," kata dr Samuel Oetoro MS SpGK.

Penting untuk diketahui apakah tubuh seseorang itu kegemukan (obesitas), kelebihan berat, atau sudah proporsional sebelum melakukan diet.


Hal itu bisa diketahui melalui pengukuran indeks massa tubuh (
body mass index/BMI). Berat badan seseorang dikatakan normal jika BMI berada di kisaran 18,5-22,9, kelebihan berat berada di level 23-29,9, dan dikatakan obesitas saat BMI-nya di atas 30.

Setelah mengetahui jika ternyata badan kita masuk kategori kegemukan, perlu dilakukan pengecekan seperti darah dan urin rutin, ureum dan kreatinin, gula darah, kolesterol lengkap (LDL dan HDL), trigliserida, SGPT dan SGOT, serta hs CRP dan Adiponektin.


"Langsing itu tidak bisa dilakuan secara mendadak. Harus terprogram dan kontinyu, ibaratnya seperti jalan turun dari bukit, jalan di jalanan datar, naik lagi, turun lagi," lanjut Samuel.


Untuk mendukung semua itu, hal-hal penting yang harus dilakukan adalah merubah gaya hidup, mengatur diet dan pola makan, dan banyak berolah raga.


Merubah gaya hidup salah satunya bisa dilakukan dengan memilih makanan sehat, yaitu makanan rendah kalori, memiliki gizi seimbang, tinggi protein, dan karbohidrat rendah.


"Perbanyak konsumsi serat, vitamin, mineral, ikan. Jangan makan daging karena daging mengandung zat karsiogenik pemicu kanker. Pilih bahan makanan yang mengenyangkan seperti kentang rebus, apel, pir, jeruk, dan alpukat," jelas dokter yang berpraktik di MRCC Siloam Hospitals ini.


Olah raga menjadi unsur penting dalam proses pelangsingan tubuh. Samuel menyarankan untuk melakukan aerobik atau treadmill minimal 30-40 menit sehari. Dengan 30 menit olah raga setiap hari, kalori yang dibakar juga tinggi.


Jika olah raga dan pengaturan belum berhasil menurunkan berat, operasi penyedotan lemak (liposuction) dan mengonsumsi obat pelangsing menjadi pilihan terakhir.


Sumber : Pelita Online